Bangkitnya Sastra Indonesia
Bangkitnya Sastra Indonesia
Judul Buku : Novel Indonesia Kolonialisme dan Ideologi Emansipatoris
Penulis : Prof. Dr. Faruk HT
Penerbit : Penerbit Ombak
Tahun terbit : 2012
Tebal : 304 hlm.
Persinggungan Barat dengan Timur dalam konteks perkembangan kesusastraan Indonesia. Barat masuk melalui kolonialisme dengan membawa tradisi sastra romantik yang disebarluaskan di lembaga-lembaga pendidikan dan media massa. Persinggungan itu melahirkan ketegangan dua dunia, dunia ideal dan dunia nyata. Dunia ideal dipahami sebagai situasi dan kondisi yang memungkinkan seseorang menemukan kebebasan sehingga bisa menjadi apa saja. Sedangkan dunia nuata merupakan “sekat” yang memagari seseorang untuk mendapatkan kemerdekaan dan untuk menjadi apa saja. Dialog kedua dunia itu melahirkan pandangan romantisme yang menjanjikan pembebasan manusia. Oleh karena itu, romantisme sesungguhnya merupakan ideologi emansipasi.
Keunggulan dari buku ini yaitu menggunakam pendekatan yang tergolong pendekatan struktural. Buku ini mengurai secara detail dialog kesejarahan dan dialog yang melatari munculnya 45 novel tradisi Balai pustaka
Kelemahan dari buku ini yaitu hanya berpacu pada hal romantisme saja.
Judul Buku : Novel Indonesia Kolonialisme dan Ideologi Emansipatoris
Penulis : Prof. Dr. Faruk HT
Penerbit : Penerbit Ombak
Tahun terbit : 2012
Tebal : 304 hlm.
Persinggungan Barat dengan Timur dalam konteks perkembangan kesusastraan Indonesia. Barat masuk melalui kolonialisme dengan membawa tradisi sastra romantik yang disebarluaskan di lembaga-lembaga pendidikan dan media massa. Persinggungan itu melahirkan ketegangan dua dunia, dunia ideal dan dunia nyata. Dunia ideal dipahami sebagai situasi dan kondisi yang memungkinkan seseorang menemukan kebebasan sehingga bisa menjadi apa saja. Sedangkan dunia nuata merupakan “sekat” yang memagari seseorang untuk mendapatkan kemerdekaan dan untuk menjadi apa saja. Dialog kedua dunia itu melahirkan pandangan romantisme yang menjanjikan pembebasan manusia. Oleh karena itu, romantisme sesungguhnya merupakan ideologi emansipasi.
Keunggulan dari buku ini yaitu menggunakam pendekatan yang tergolong pendekatan struktural. Buku ini mengurai secara detail dialog kesejarahan dan dialog yang melatari munculnya 45 novel tradisi Balai pustaka
Kelemahan dari buku ini yaitu hanya berpacu pada hal romantisme saja.
Komentar
Posting Komentar